SMA REUNI

Blog Mobile Reuni SMA SMP Kuningan Jawa Barat

Rabu, 27 April 2011

 

Madumun syarfiyun

أعُوذُ باللَّهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمِ

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

I’rab:


TA'AWUDZ.. diambil dari kata dasar 'AADZA.. artinya 'berlindung'. Kalau A'UDZU berarti 'aku berlindung', atau YA'UDZU yang artinya 'dia (laki) berlindung.

Taudz adalah jawaban kita manusia atas perintah dari salah satu ayat Al Qur'an.. Perintah Al Qur'an (QS. An-Nahl ayat 98):
Faidza qurotal qur'an fas tai'ddu billahi minas syaiton nirrojim
Artinya: "disaat kalian akan membaca Al Qur'an, maka berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan yg terkutuk"
Dijawab oleh kita (manusia):
Audzubillahi minas syaiton ni rojim
Artinya: "aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk" red


بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang


Sekarang, mari kita berangkat ke _hakikat_ alias makna yang tersirat dari kalimat suci ini. Seperti biasa, metode paling mudah adalah metode linguistik. Dengan metode ini, mari kita coba "bongkar" kalimat ini huruf per huruf.

"bi" adalah preposisi dalam bahasa Arab yang artinya "dengan", "bersama", "sesuai", "dengan seseorang/sesuatu", dan "dalam keadaan".

"ismi" adalah kata benda yang artinya adalah "nama", "sebutan", "jatidiri", dan dengan sendirinya kata ini merefleksikan sesuatu yang "berkualitas" sekaligus "berkarakter".

"Allah" adalah "Tuhan yang satu" dalam lidah Arab. Ribuan tahun yang lalu disebut "Elat" oleh kaum Kan'an (ummatnya Nabi Nuh AS), atau El atau Elohim oleh orang2 Ibrani (Bani Israel, ummat Nabi Musa AS hingga Nabi Isa AS), atau Alaha seperti lidah ummatnya Nabi Daniel AS di Mesopotamia sana. God dalam bahasa Inggris sendiri berakar dari "Hum" atau "Om" dalam lidah Sanskrit. Artinya kurang lebih sama, yaitu Tuhan yang satu. Insya Allah lain kali kita akan mengurai makna dari kata benda yang satu ini yak.

"Arrahman" adalah kata sifat dalam bahasa arab, berakar dari kata kerja ra-ha-ma, artinya penyayang, pengasih, pencinta, pelindung, pengayom, dan pemberi. "Arrahim" adalah kata sifat dalam bahasa Arab yang berakar dari kata kerja yang sama: ra-ha-ma. Meski memiliki kesamaan akar kata dan makna, para mufassir memberi penjelasan bahwa ´"arrahman" adalah kasih sayang Allah kepada semua makhluk, sedangkan "arrahim" adalah kasih sayangNya yang hanya diberikan kepada orang2 beriman. Mufassir lainnya memaknai "arrahman" untuk kasih sayang-Nya di dunia, dan "arrahim" untuk kasih sayang-Nya di akhirat kelak.


Asyhadu An-Laa Ilaaha Illallâh.
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allâh.

Ikrar pertama menunjukkan pengakuan tauhid. Artinya, kita hanya mempercayai Allâh sebagai satu-satunya Ilah. Ilah adalah 'Tuhan' dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan. Jadi dengan mengikrarkan ikrar pertama, kita memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allâh sebagai tujuan, sebagai motivasi, dan sebagai jalan hidup. Hanya Allâh, dan tidak ada satu pun lainnya.

Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh.
Dan saya bersaksi bahwa Muhammad (saw) adalah utusan Allâh.

Ikrar kedua menunjukkan pengakuan bahwa Muhammad saw adalah utusan Allâh. Dengan ikrar ini kita memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allâh seperti yang disampaikan melalui Muhammad saw, seperti misalnya mengambil nama Islam sebagai nama ajaran Allâh ini, memegang Al-Qur`an sebagai kitab panduan bagi seluruh umat manusia, mengambil hukum-hukum seperti yang ditetapkan Muhammad saw, dan meyakini hadis-hadis Muhammad saw. Termasuk di dalamnya adalah tidak mempercayai klaim kerasulan setelah Muhammad saw.


إنا لله وإنا إليه راجعون

Inalillahi wainalillahi roji'un


Abdal dan Abdul ada perbedaan diantara keduanya..masing2 punya arti dan makna serta tujuan dalam diri manusia..Hakekatna kita dijadikan oleh Allah ta’ala sudah terlahirkan membawa Asma,oleh karena itu asma yg ada pada diri kita mempunyai kedudukan di Dunia dan Ahkirat.. singkatnya..Abdul adalah diri kita yg Gaib (Dzat yang perkasa) dan Abdal adalah diri kita yang Wujud (Dzat yang lemah)

Abdul Jabbar adalah mahluk allah yang gagah perkasa yang bisa memerangi hawa nafsu, coba perhatikan kunci 1 sampai 4 1. taudz. 2. bismillah. 3 sahadat 4. innalillahi kalau ke 4 ini bisa dihayati dan di amalkan dengan benar maka akan keluarlah mahluk Allah yang gagah perkasa, Abdul Jabbar tidak akan berfungsi pada diri seseorang kalau orang tersebut tidak bisa memahami 1 s/d 4. hati-hati malah unsur kiri yang keluar, belajar Asma Abdul Jabbar haruslah berahlak yang baik renungkan dalam kehidupan sehari-hari banyak berbut dosa atau berbuat baik, pelajaran dari Mama H. Amilin bukan sembarang pelajaran ini adalah pelajaran tingkat tinggi, kalau tidak cerdik susah memahaminya, kalau zikir haruslah kedalam jangan keluar ingat pelajaran ini mengaktifkan organ yang ada di dalam bukan organ luar, kita jangan sampai salah sehingga merugi di dunia dan di akhirat red

Dalam Al Qur’an ada dua Nabi yang secara langsung disebut Jabbar yaitu Nabi Yahya as (QS Maryam 19:14) dan Nabi Isa as (QS Maryam 19:32) mereka Gagah perkasa dalam beribadah kepa Alloh tidak dapat ditundukkan dengan godaan apalagi oleh hawa nafsunya yang buruk.

-------------------------------------

Tata Cara Menanam Kalimah

Semua harus lillaahi ta’ala semata, baca karena menurut Perintah Alloh ta’ala semata ya…
Baca Kalimah Pokok (lihat tulian Kalimah Pokok ya…) (misalkan dipilih Bagian A, B, C, D dan E)
Kemudian baca Kalimah yang hendak di tanam… Misalkan Kalimah Madumun Syarfiyun No 4…
(ingatnya baca sebanyak 13x, atau 21x, atau 41x atau 101x atau 1001x atau 4001x)…. saran saya sih yang waktunya memadai tidak terlalu pendek dan tidak

Lakukan minimal 7 hari / seminggu atau boleh lebih tergantung pebimbing kita atau tergantung tugas ya….

TEMPAT……….
Dimana saja tempat milik Alloh ta’ala, hanya saja akan lebih menyenangkan dan lebih khusyu apabila di baca ditempat yang bersih, nyaman dan dapat mengundang ke khusyu-an…

WAKTUNYA KAPAN
Lha ini dia termasuk rusiah menanam Kalimah…
Kalau menanam pohon sih enakan siang-siang ya…
Kalau Kalimah biasanya ditanam malam hari… (kebalikanya) banyak orang sholeh menanamnya tengah malam atau setelah melakukan sholat tahajjud…
INGAT jangan RIYA… mentang-mentang namam kalimahnya selesai sholat tahajjud terus menganggap kalimahnya lebih baik dari pada yang ditanam pada waktu lainnya, begitu juga jumalah yang diwiridnya...
Kita semua harus IKHLAS dan LILAAHI TA’ALA…

PERHATIAN !!!
mempelajari pelajaran agar tidak salah jalan dan bahkan sia-sia belaka baik didunia maupun di akhirat untuk itu mohon ada pengajarnya/pembimbing ...


Ini hanyalah sekedar coretan pengalaman dan kumpulan hasil browsing kebenaran semuanya ada pada Allah ta'ala....

-------------------------------------

Mama KH Amilin


Assalamu ‘alaika yaa Mama Amilin Syaikh Abdul Jabbar alaa jamii’il muslimiina wal muslimaati warohmatullohi wa barokatuhu wa magfiroh wa fadlillaah abaadan abaadan

الله يغفرله ويرحمه ويتجاوز عن سيئاته ويضاعف حسناته ويجعل مستقر روحه الفردوس الأعلى مع النبيين والصديقين و الشهداء والصالحين ويخلفه فينا وفي المسلمين أجمعين بالخلف الصالح. آمين

Semoga Allah mengampuninya, merahmatinya, memaafkan semua kesalahannya, melipatgandakan kebaikannya, menempatkan ruhnya di Syurga Firdaus yang tertinggi bersama para Nabi, siddiqin, syuhada’ dan sholihin dan semoga Allah memberi ganti yang baik bagi kami dan kaum muslimin. Ameen. red


Dari sumber lain beliau Mama Sepuh KH Amilin lahir sekitar 1800 an, meninggal sekitar tahun 1962 dan dimakamkan di daerah Dayeuh Kolot Bandung dan bergelar Abdul Jabar.

Masih banyak penerus Mama tersayang sekarang ini yang tidak memikirkan dunia malahan menerangi dunia dengan ketawaduannya. Penerus Mama itu tersebar dimana-mana nyumput dina caang sepintas kalau dilihat se cara fisik kelihatan tidak ahli agama. Murid Mama generasi pertama Eyang Empuy (Muhammad Syakur bin Mad Sari) dan adiknya Aki Itang (Itang Wirya bin Mad Sari). Terima kasih Mama yg telah memberikan tauladan lewat sesepuh tercinta.







Salam ‘alaik ya Bapa Husen Efendi Bin Munanta. Semoga rahmat Allah dan keridhoan-Nya senantiasa tercurah untukmu. Allahummagfirlahu warhamhu wa afihi wa’fu ‘anhu. Amin …

Tanggal 11 Pebruari tahun 2008 adalah tahun dimana kami merasakan kehilangan seseorang yang kami banggakan. Sesepuh kami sebagai penerus ajaran Mama Haji Amilin melalui Eyang Empuy (Muhammad Syakur bin Mad Sari) . . . , telah meninggalkan kami di alam dunia ini.
Bapa Husen Efendi Bin Munanta Lahir tanggal 10-01-1955 wafat 11-02-2008 (usianya 52 tahun)
Ajaran Mama Haji Amilin yang secara turuntemurun diberikan oleh Bapa Husen Efendi Bin Munanta tetap kami teruskan. Alhamdulillah ilmu Mama Haji Amilin banyak penerusnya…

Ketika saya pertama kali mempelajari ilmu ini, waktu itu sedang khusu wirid dikeheningan malam terlintas dalam hati kata Thasawuf berkali-kali dan saya terkejut apa maksudnya ini, padahal waktu itu saya tidak tahu dan tidak pernah mengenal kata Thasawuf...

Ilmu Thasawuf adalah ilmu ketuhanan Ilmu yang paling tinggi derajatnya disisi Allah tidak ada ilmu yang lebih tinggi di muka bumi ini.
Ilmu tersebut dibawa oleh Para Nabi dan diteruskan Para Wali terus sampai sekarang dan salah satunya oleh Mama Amilin, selanjutnya...
Insya Allah Kita semua termasuk kedalamnya dan dapat meneruskan ilmu madumun syarfiyun...
Yang saya ketahui dan berdasarkan pengalaman pribadi selama saya mempelajari Ilmu ini ternyata inti ilmu beliau adalah Thasawuf alias Keahkiratan… dan bukan Keduniaan...
Semoga yang menjadi penerus ajaran tersebut selalu diberi petunjuk ke jalan yang lurus dan benar, tidak menyimpang dari hukum – hukum ajaran Madumun Syarfiyun..
Berhati – hatilah dalam menjalani syiar ilmu ini..
Pelajarilah tentang Abdal dan Abdul dari dalam diri kita sendiri…???

Tentang GURU jika kita tafakuri, Guru sebenar-benarnya ialah guru yang menyertai diri, yang akan terus memberitahu apa-apa yang tidak kita ketahui, kita tidak melihat dan tidak merasa atau menyadari bahwa kita ada yang mengajari, padahal kita sering sekali menikmati ajaran-ajarannya.
Guru yang sebenarnya ialah yang memberi pelajaran, membantu, menyertai, tiada hentinya-hentinya, tanpa bosan, tanpa minta imbalan sepeserpun dalam mendidik diri dimanapun berada.
Guru yang sebenar-benarnya dan saya sebut Maha Guru Dia tidak membutuhkan makan, minum, dan sebagainya....

Ingat pesan guru jangan beritahu siapa gurumu !!!
Nah kalau begini jadinya bagaimana?

Allah.... Allah.... Allah... aku berlindung kepadaNya.

Panutan utama kita tetap adalah Rosululloh SAW yang mulia…. dan beliau …. tentang syariat, sholat tidak ditinggalkan… kita pun ingin demikian mencontoh tauladan Nabi Muhammad SAW yang mulia lagi penyang.

Mari kita…belajar…belajar… dan belajar hingga ajal menjemput kita.
Itu sedikit yang saya ketahui mohon maaf kalau salah dan kepada Allah saya mohon ampun...

Wassalam,

Abdul Mutolib
Dikutip dari berbagai sumber.



Link : Andhiputra
Link : kafemuslimah
Link : kaskus

Label: , ,


Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

Arsip

April 2011   Mei 2011  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]